Posts

Showing posts with the label Ekonomi Indonesia

Laporan Ekonomi Triwulanan Indonesia, Oktober 2016: Tekanan Mereda

Image
LAPORAN  Ekonomi Triwulanan Indonesia, Oktober 2016: Tekanan Mereda  Sumber :  http://www.worldbank.org/in/country/indonesia/publication/indonesia-economic-quarterly-october-2016 Halaman ini dalam:   English   Bahasa Indonesia TWEET SHARE SHARE Ekonomi Indonesia tetap kuat menghadapi tantangan global. Manajemen fiskal yang baik telah membantu mendukung pertumbuhan dan mengurangi tingkat kemiskinan. Intisari Laporan: Perbaikan manajemen fiskal telah membuat ekonomi Indonesia tetap bertahan kuat. Risiko-risiko eksternal bagi ekonomi Indonesia tetap ada, termasuk pertumbuhan global yang lebih rendah serta gejolak pasar keuangan. Risiko-risiko fiskal domestik telah berkurang berkat revisi APBN 2016 yang belum lama diumumkan juga RAPBN 2017 yang lebih mungkin dicapai. Penerimaan yang lebih tinggi dari program Amnesti Pajak juga membantu mengurangi risiko fiskal. Pengumpulan pajak dari fase pertama telah mencapai Rp 93,4 triliun, setara dengan 56,6% dari sasaran kesel...

Persimpangan jalan : Ada apa dengan perekonomian Indonesia.

Image
Awam harus tau mengapa kita mengalami perekonomian dipersimpangan jalan, Sekilas ulasan melek urusan Perekonomian Indonesia dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia.  Perekonomian Indonesia saat ini di persimpangan jalan. Hal itu terlihat dari melambatnya pertumbuhan ekonomi dari 6,4 persen pada 2010 menjadi 4,7 persen pada semester I tahun 2015 akibat melemahnya harga komoditas serta kebijakan makro ekonomi yang ketat. Selain itu, ketimpangan pendapatan juga semakin menganga. Hubungan antara sektor finansial dan pertumbuhan ekonomi akan tercapai, bila ada penyempurnaan reformasi yakni memperbesar akses finansial untuk mempersempit kesenjangan ekonomi. ( "Sani Ismail, ekonom ADB / ASEan Developing Bank /Asia Tenggara, )  Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari sebelumnya 5,5 persen menjadi 5,0 persen atau dalam rentang 4,8-5,2 persen -  Penurunan tersebut menurut ADB di Jakarta ddisebabkan tiga hal, yakni lam...