Pancasila: Way of Life atau Way of Speech? Refleksi di Era Prabowo
Pancasila begitu dekat dengan kehidupan kita. Ia bukan sekadar lima sila yang dihafal, melainkan cara bangsa ini membangun kehidupan berbangsa dan bertanah air. Pancasila dengan lambang hurung Garuda, sebagai perekat yang menyatukan setiap anak bangsa, menjaga persatuan dalam keberagaman, menjadi pedoman dalam memperlakukan sesama dengan martabat, serta menjalankan kekuasaan dengan tanggung jawab, demi mewujudkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Sejak awal dirumuskan oleh Soekarno, Pancasila tidak pernah dimaksudkan sebagai doktrin yang kaku. Ia adalah way of life, sebuah philosophische grondslag (dasar filsafat) yang menjadi cara bangsa ini memahami manusia, kekuasaan, dan keadilan dalam keseimbangan yang khas. Pada Orde lama, Presiden Soekarno mencoba merumuskan keseimbangan melalui konsep Nasakom—nasionalisme, agama, dan komunisme dengan Pancasila sebagai landasan pemersatunya. Dalam konteks ini, Pancasila tidak dihapus atau ditinggalkan, tetapi justru...