Karhutla dan Lemahnya Tata Kelola Lingkungan
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menempatkan Indonesia dalam sorotan negara-negara tetangga. Kabut asap dari Sumatra dan Kalimantan telah mengganggu kualitas udara di Singapura dan Malaysia, bahkan menyebabkan penutupan sekolah. Persoalan ini memperlihatkan bahwa pengendalian karhutla belum sepenuhnya mampu mengatasi risiko yang telah diketahui dan berulang selama puluhan tahun. Reuters melaporkan konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Singapura pada 14 Oktober 2026 mencapai 284 mikrogram per meter kubik, tertinggi sepanjang tahun ini. Di Kalimantan Tengah, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dilaporkan melampaui angka 1.200, jauh di atas ambang kategori berbahaya sebesar 300. Dampaknya terhadap kesehatan masyarakat juga mengkhawatirkan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan yang dikutip Reuters pada 13 Oktober, kasus gangguan pernapasan terkait karhutla di tujuh provinsi mencapai 277.075 kasus hingga 12 Oktober 2026. Angka tersebut meningkat lebih dari dua kal...