Posts

Alwi Shahab

Image
Alwi Shahab / Abah Alwi Jakarta, atau dulu dikenal dengan nama Batavia cukup menarik kisah kehidupannya untuk diceritakan. Alwi Shahab seorang wartawan senior yang telah lama hidup di Jakarta sangat fasih menceritakan hal-hal yang menarik tentang kota Jakarta, pada saat penjajahan Belanda sampai pada saat kemerdekaan Indonesia. Kisah-kisah menarik ini terangkum dengan rapi pada setiap tulisannya…… Alwi Shahab, lahir di Jakarta 31 Agustus 1936, telah menjalani profesi sebagai wartawan selama lebih dari 40 tahun. Karirnya dimulai tahun 1960 sebagai wartawan, kantor berita Arabian Press Board di Jakarta. Sejak Agustus 1963 ia bekerja di Kantor Berita Antara. Berbagai jenis liputan digelutinya saat di Antara, mulai dari reporter kota, kepolisian parlemen, sampai bidang ekonomi. Selama sembilan tahun (1969-1978), anak Betawi kelahiran Kwitang, Jakarta Pusat ini, menjadi wartawan Istana. Sepanjang bertugas sebagai wartawan, Alwi Shahab kerap melakukan liputan di luar negeri. Di antaranya, ta...

Rosihan Anwar

Image
H. Rosihan Anwar (lahir di Kubang Nan Dua, Sumatera Barat, 10 Mei 1922; umur 87 tahun) adalah tokoh pers Indonesia, meski dirinya lebih tepat dikatakan sebagai sejarawan, sastrawan, bahkan budayawan. Rosihan yang memulai karier jurnalistiknya sejak berumur 20-an, tercatat telah menulis 21 judul buku dan mungkin ratusan artikel di hampir semua koran dan majalah utama di Indonesia dan di beberapa penerbitan asing. Biografi Anak keempat dari sepuluh bersaudara putra Anwar Maharaja Sutan, seorang demang di Padang, Sumatera Barat ini menyelesaikan sekolah rakyat (HIS) dan SMP (MULO) di Padang. Ia pun melanjutkan pendidikannya ke AMS di Yogyakarta. Dari sana Rosihan mengikuti berbagai workshop di dalam dan di luar negeri, termasuk di Yale University dan School of Journalism di Columbia University, New York, Amerika Serikat. Rosihan telah hidup dalam 'multi-zaman'. Di masa perjuangan, dirinya pernah disekap oleh penjajah Belanda di Bukitduri, Jakarta Selatan. Kemudian di masa Presid...

Nyonya Meneer

Image
Nyonya Meneer Nyonya MeneerLauw Ping Nio alias Nyonya Meneer (baca: Menir)[1] (lahir di Sidoarjo, Jawa Timur, pada tahun 1895 [2] - wafat tahun 1978) adalah seorang wirausahawan di bidang industri jamu di Indonesia. Namanya berasal dari beras menir, yaitu sisa butir halus penumbukan padi. Ibunya mengidam dan memakan beras ini sehingga pada waktu bayi yang dikandungnya lahir kemudian diberi nama Menir. Karena pengaruh ejaan Belanda ejaan Menir berubah menjadi Meneer. Sejarah awal berdirinya perusahaan jamu Ibu Meneer merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. Ia menikah dengan pria asal Surabaya, dan kemudian pindah ke Semarang. Pada masa pendudukan Belanda tahun 1900an, di masa-masa penuh keprihatinan dan sulit itu suaminya sakit keras dan berbagai upaya penyembuhan sia-sia. Ibu Meneer mencoba meramu jamu Jawa yang diajarkan orang tuanya dan suaminya sembuh. Sejak saat itu, Ibu Meneer lebih giat lagi meramu jamu Jawa untuk menolong keluarga, tetangga, kerabat maupun masyarakat sekita...

PK Ojong

Image
Nama : Petrus Kanisius Ojong (PK Ojong) Nama Asli: Peng Koen Auw Jong Lahir: Bukittinggi, 25 Juli 1920 Meninggal: Jakarta, 1980 Agama: Katolik Ayah: Auw Jong Pauw Pendidikan: - Hollandsch Chineesche School (HCS, sekolah dasar khusus warga Cina) Payakumbuh - Hollandsche Chineesche Kweekschool (HCK, sekolah guru) Pekerjaan: Wartawan Senior, Pendiri Kompas-Gramedia PK Ojong (1920-1980) Peng Koen Auw Jong, yang kemudian populer dengan nama PK Ojong (Petrus Kanisius Ojong), adalah salah satu pendiri Kelompok Kompas – Gramedia. Dia seorang jurnalis berpikir mulia. Baginya idealisme tak boleh berjalan sendirian, tapi harus didampingi kecerdasan, kepiawaian berusaha, dan watak nan indah. Mantan Bos Kompas ini meninggal tahun 1980. Sebagai kuli tinta, sejak awal usia 30-an, PK Ojong sudah dihadapkan pada pilihan rumit: berpena tajam atau dibredel. Rasanya, mustahil menjadi jurnalis idealis. Beruntung dia punya "penasihat spiritual" berhati emas, yang banyak memberi pelajaran. Salah...
Dimensi, Vol.15/Juli 1990 -1 SEKILAS TENTANG ARSITEKTUR CINA PADA AKHIR ABAD KE 19 DI PASURUAN Handinoto Staf Pengajar Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Arsitektur Universitas Kristen Petra, Surabaya. Dalam bukunya yang berjudul “Architecture Through the Age” yang terbit pada th. 1953, Talbot Hamlin, seorang guru besar arsitektur dari Columbia University, memberi penjelasan tentang istilah “Eclectism” dalam pengertian arsitektur sbb: “Eclectism, adalah suatu bentuk perancangan dengan cara mengambil dan memilih bermacam-macam detail dari langgam-langgam masa lalu yang mempesona dan menarik, kemudian dikombinasikan menjadi suatu elemen yang penting untuk bangunan baru” Istilah “Electism” ini kemudian berkembang subur dan menjadi istilah yang sering dipakai dalam dunia arsitektur. Artikel ini membahas tentang arsitektur Cina pada akhir babad ke 19 di Pasuruan, Jatim. Arsitektur Cina akhir abad ke 19 di Pasuruan ini sangat menarik sekali untuk diamati karena sedikit banyak adah...

Wahyu yang hilang Negeri yang Guncang

Judul buku : Wahyu yang Hilang, Negeri yang Guncang Penulis : Onghokham Kata Pengantar : Goenawan Mohamad Penerbit : Pusat Data dan Analisa TEMPO bekerja sama dengan Freedom Institute dan LSSI, Jakarta Cetakan : Pertama, Mei 2003 Tebal : xv+380 halaman Ketika kekuasaan menjadi bagian dari panggung politik, maka kekuasaan adalah hal mutlak. Kekuasaan menjadi bagian yang tak terpisahkan [salah satu hal pokok] dalam strategi politik membangun masyarakat berdasarkan impian dan keinginan penguasanya. “Kekuasaan Cenderung Korup”, serta Lontaran-lontaran yang lain nyaring terdengar dalam pendengaran kita. Suara-suara yang nyaris kosong tanpa makna, selalu mengusik dan akhirnya membuat semua membelalakkan mata hati kita atas tingkah polah elite politik kita. Sebuah tanda tanya besar yang akhirnya muncul dalam benak penilis, “ ketika kekuasaan diselewengkan dan dimanfaatkan semau gue?” . Bahkan penu...
Membaca harian kompas pagi ini,Senin 14 Dec 2009, ada topik yang menarik dengan judul "Untung-rugi Selamatkan Century ", setelah ada "Tulisan di Wall Street Journal ( Indonesian Minister defends bailout" dimana Menkeu Sri Mulyani memberi pernyataan bahwa investigasi atas kasus penyelamatan Bank Century sebesar 700 juta dolar AS bermotif politik .Tentu saja pernyataan ini menuai kritik tajam dari para politisi. Tulisan ini memicu perseteruan Menkeu melawan ketua umum Golkar Abirizal Bakri . Karena media massa asing telah menempatkan sebagai isue penting dan menyita perhatian. Dampak tulisan ini bisa membuat investor asing berpikir ulang atau menunda investasinya di Indonesia atau melarikan modal ke luar negri. Mungkin disini tugas politisi adalah untuk mententramkan suasana sehingga perekonomian tetap berjalan karena Indonesia sedang dilirik investor karena stabilitas politik dan stabilitas sektor finansial . Perekonomian Indonesia yang sedang susah payah di...