Taufik Kemas dan Jembatan Kebangsaan - Albert Memmi "Petikan Pemikiran" ( Intelektual Revolusioner Tunisia)

Patalogi pasca Kolonial bersifat limbo,antara kemungkinan kebebasan yang nyata dan bayang-bayang ketidakbebasan yang terus mengancam antara menjadi ada dan tiada, antara kemerdekaan dan ketergantungan,yang berakar pada residu-residu masa lalu yang terpendam dan tak terselesaikan.

Mengutip tulisan Opini di Harian Kompas Senin, 10 Junui 2013 seputar Taufik Kemas dan Jembatan Kebangsaan, ditulis oleh Yudi Latif ( seorang pemikir Kebangsaan dan Kenegaraan).

Sosok TK dituliskan sebagai jembatan kebangsaan yang berperan sebagai jembatan simbolik,jembatan rekonsiliasi dan jembatan antar horizon.

Dan seperti kutipan Albert Memmi,untuk menjebol kemacetan historis itu perlu adanya jembatan simbolik yang memungkinkan orang dari kutub-kutub berbeda saling menyapa dan mencairkan kebeluan-kebekuan stigma.

Sosok  TK mampu mengemban misi sejarah ini dengan memposisikan "Antara atau Liminal"yang bisa melintasi batas-batas pengelompokan yang bersentuhan dengan aliran. Semisal dengan latar belakang keluarga santri pendukung Muhamadian Masjumi menyebrang merintis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia  sehingga ahkir perjalananya menjadi juru kinci rumah besar Kaum Nasionalis.

( Untuk selengkapnya silahkan membaca  tulisan Opini di Harian Kompas Senin, 10 Junui 2013 seputar Taufik Kemas dan Jembatan Kebangsaan, ditulis oleh Yudi Latif ( seorang pemikir Kebangsaan dan Kenegaraan).

Terima Kasih untuk pencerahannya Bp. Yudi Latif - sangat mencerdaskan sekali tulisan ini.

Comments

Popular posts from this blog

Jalur Pendidikan HBS - Hogereburgerschool

Kampung Arab Pekojan

Tjakrabirawa di malam kelam 1 Oktober 1965