Posts

Peran Militer dalam 100 Hari Prabowo: Efisiensi atau Ancaman bagi Demokrasi?

Image
https://www.tempo.co/kolom/militerisme-100-hari-kabinet-prabowo-1201557 Artikel "Militerisme 100 Hari Kabinet Prabowo" yang diterbitkan oleh Tempo.co mengulas kecenderungan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas peran militer ke ranah sipil selama seratus hari pertama masa jabatannya. Langkah-langkah ini menimbulkan kekhawatiran akan kembalinya konsep "dwifungsi" TNI yang dominan pada era Orde Baru di bawah kepemimpinan Jenderal Suharto. Salah satu contoh nyata adalah penugasan militer dalam proyek penyediaan makanan gratis untuk anak sekolah, yang merupakan program andalan Presiden Prabowo. Militer juga dilibatkan dalam proyek pertanian dan irigasi, memperluas peran mereka dalam fungsi-fungsi sipil. Selain itu, terdapat upaya legislatif untuk memungkinkan penunjukan perwira militer aktif ke posisi senior dalam pemerintahan, yang berpotensi mengikis reformasi demokratis yang telah dicapai sejak jatuhnya Suharto pada tahun 1998.  Kritikus...

Deepseek

Image
DeepSeek: Terobosan AI Tiongkok yang Menantang Dominasi ChatGPT Dalam lanskap kecerdasan buatan (AI) yang kian kompetitif, Tiongkok kembali menegaskan eksistensinya melalui DeepSeek, sebuah inovasi AI yang digadang-gadang mampu menyaingi dominasi ChatGPT dari OpenAI. Dibangun dengan pendekatan yang lebih efisien dan strategi pengembangan yang unik, DeepSeek kini menarik perhatian dunia sebagai salah satu model AI paling menjanjikan di tahun 2025. Kemunculan DeepSeek: Ambisi Baru dari Tiongkok DeepSeek dikembangkan oleh DeepSeek AI, perusahaan rintisan yang berbasis di Hangzhou dan didirikan oleh Liang Wenfeng pada Juli 2023. Berbeda dengan model AI lain yang membutuhkan investasi besar, DeepSeek berhasil dikembangkan dengan biaya yang jauh lebih rendah, hanya sekitar $6 juta. Sebagai perbandingan, OpenAI dan Google menghabiskan ratusan juta hingga miliaran dolar untuk mengembangkan model AI mereka. Strategi efisiensi ini dicapai melalui pemanfaatan model open-source, kombin...

Malam Imlek

Image
Malam Imlek  Malam itu, hujan turun perlahan di kota kecil dekat semenanjung, membasahi atap genteng rumah besar milik Tuan Lim.  Lampion merah yang tergantung bergoyang pelan kena angin basah, cahayanya memantul di air genangan halaman depan. Orang-orang tua bilang, hujan di malam Tahun Baru itu tanda rejeki besar. Titis hujan malam itu macam membawa berkah yang tak putus-putus. Di dalam rumah, suasana hangat dan ramai. Bau ikan kukus dengan jahe sama bawang putih semerbak di udara, bercampur dengan wangi dupa yang dibakar di altar leluhur. Meja bundar dari kayu jati penuh dengan makanan khas Imlek.  Tepat jam tujuh malam, semua keluarga sudah kumpul di sekitar meja, muka-muka mereka berseri-seri menyambut malam Tahun Baru. Ada mie panjang umur yang masih beruap, pangsit kukus yang empuk, ayam rebus utuh, kue keranjang di piring porselen biru, sama sepiring besar jeruk keprok. Semua makanan terhidang mewah, katanya biar bawa rejeki banyak, panjang umur, sama ...

Reklamasi, Pemagaran Laut, dan Amanah Konstitusi untuk Rakyat

Image
Reklamasi, Pemagaran Laut, dan Amanah Konstitusi untuk Rakyat Indonesia adalah negara maritim yang diberkahi dengan kekayaan alam melimpah, termasuk laut yang membentang luas sebagai sumber kehidupan bagi jutaan masyarakat pesisir.  Namun, praktik reklamasi dan pemagaran laut yang terjadi akhir-akhir ini menunjukkan ironi dalam pengelolaan kekayaan alam tersebut. Alih-alih memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat, seperti yang diamanatkan oleh Pasal 33 Ayat (3) UUD 1945, tindakan ini justru merugikan lingkungan dan masyarakat kecil, khususnya nelayan. Pasal 33 Ayat (3): “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.” Informasi ini berasal dari temuan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), sebuah organisasi lingkungan hidup di Indonesia yang mengkaji dampak reklamasi dan aktivitas eksploitasi lainnya terhadap lingkungan serta masyarakat pesisir, khususnya nelayan. Temuan...

Negara di Ujung Tali

Image
Negara di Ujung Tali Oleh : La Sasqi Apakah kau memilih untuk diam Saat hukum bukan lagi palu keadilan, Tapi senjata di tangan penguasa Keadilan … Apa itu keadilan Kini ia hanyalah barang lelangan diputarbalikkan demi kepentingan dan dijual kepada penawar tertinggi Apakah kau mendengar  Politisi beradu suara, mengemis simpati, meminta tepuk tangan. “ Tolong kami, ” kata mereka, sementara tangan mereka merusak persahabatan “ Dia kawan saya” “Dia lawan saya” Tapi bagaimana kami percaya Nada mereka sumbang, menusuk telinga rakyat yang letih. Kami dipaksa mendengar, namun suara kami terus dibungkam. Partai … Katanya alat perjuangan rakyat Nyatanya gelanggang kuasa Hari ini berangkulan, esok saling tikam tanpa ragu Tak ada kawan sejati hanya kepentingan yang setia Koalisi … ? Sandiwara belaka, lenyap begitu negosiasi gagal Politik panjat pinang yang di bawah diinjak, yang di atas ditarik Yang menang membawa hadiah, yang kalah jatuh tanpa tangan penolong Semua demi kursi, de...

Cerpen Elegi Natal Untuk Sofia

Image
Elegi Natal Sofia Di sudut jalan Karangjati, di kota Semarang, berdiri sebuah rumah tua peninggalan amtenar Belanda. Dindingnya tinggi dengan cat putih gading yang mulai mengelupas, memiliki jendela-jendela besar berjalusi demi menjaga sirkulasi udara. Di halaman depan, pohon asem rindang menaungi beranda yang luas, ranting-rantingnya menjulur liar, dan daun-daunnya berguguran perlahan ke tanah. Beranda berlantai tegel itu dihiasi kursi rotan tua dan meja kecil, tempat pemilik rumah sering duduk membaca koran sambil menikmati secangkir teh. Rumah ini, meski tak lagi sempurna, tetap memancarkan kehangatan dan menyimpan jejak masa lalu dalam setiap sudutnya. Ruang makan terletak di tengah rumah, dengan lampu gantung tembaga berbentuk mangkuk terbalik menggantung rendah tepat di atas meja makan kayu jati. Meja ini adalah warisan keluarga yang telah turun-temurun, memiliki mekanisme lipatan tersembunyi di bagian tengahnya. Papan tambahan tersebut dapat memperluas meja, menjadik...

Greed dan Envy, Dosa Kapitalisme dan Sosialisme yang Perlu Kita Renungkan

Image
Greed dan Envy, Dosa Kapitalisme dan Sosialisme yang Perlu Kita Renungkan Kapitalisme dan sosialisme, dua sistem ekonomi yang bertolak belakang, sering kali menjadi pusat perdebatan tentang bagaimana masyarakat seharusnya diatur. Namun, jika kita melihat lebih dalam, masing-masing sistem memiliki "dosa" moralnya sendiri,  greed atau keserakahan dalam kapitalisme, dan envy atau rasa iri dalam sosialisme.   Apakah keduanya benar-benar tidak dapat disatukan, atau masih ada ruang untuk kompromi yang lebih berkeadilan?" Kapitalisme, dengan prinsip pasar bebas dan kepemilikan pribadi, sering kali dianggap sebagai penggerak inovasi dan pertumbuhan ekonomi. Namun, di sisi lain, sistem ini juga melahirkan ketimpangan sosial yang tajam. Keserakahan menjadi dosa utama ketika keuntungan pribadi ditempatkan di atas kepentingan bersama. Burkard Sievers, dalam artikelnya Towards a Socioanalysis of Capitalist Greed, menganalisis bahwa keserakahan dalam kapitalisme tidak seka...